BOGOR, (SB) – Kabut pagi menuruni lereng Gunung Kencana, Sukamakmur, Bogor. Embun yang menempel di dedaunan memantulkan cahaya lembut mentari, sementara di bawahnya, deretan tenda berwarna cerah mulai hidup dengan suara riuh para Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) se-Tangerang Raya.
Mereka datang dari berbagai kampus di Tangerang, membawa semangat yang sama: belajar, berbagi, dan menjaga alam. Dalam dua hari, Sabtu–Minggu (25–26 Oktober 2025), mereka menggelar Latihan Gabungan Gunung Hutan, sebuah kegiatan yang tidak hanya mengasah keterampilan bertahan di alam bebas, tetapi juga menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan anggota Mapala dari berbagai kampus, diantaranya dari wilayah Tangerang Raya, Bogor, Depok, Jakarta, dan Bekasi (Jabodetabek), bertujuan memperkuat kemampuan dasar dan lanjutan dalam kegiatan alam bebas, sekaligus mempererat silaturahmi antarorganisasi Mapala.

Ketua Pelaksana Latihan Gabungan, Alan Tegar Gustiansyah, menjelaskan bahwa pelatihan difokuskan pada tiga materi utama, yakni navigasi darat, SAR Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), dan teknik suspensi.
“Kegiatan ini kami selenggarakan agar teman-teman Mapala di Tangerang Raya maupun luar daerah bisa mendapatkan ilmu yang belum diperoleh di mapala masing-masing. Ketiga materi tersebut kami anggap penting karena bisa berguna saat berada di gunung, terutama dalam menolong sesama dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Alan.
Sementara itu, Enggi Islami Fasyah, Ketua Pusat Koordinasi Wilayah (PKW) Mapala se-Tangerang Raya, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antarorganisasi Mapala di wilayah tersebut.

“Melalui latihan gabungan ini, kami berharap peserta dapat menambah wawasan dan keterampilan lapangan, terutama dalam navigasi, pertolongan darurat, dan teknik suspensi. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan memperkuat solidaritas antar-Mapala,” kata Enggi.
Latihan gabungan Gunung Hutan ini diharapkan menjadi wadah pembelajaran praktis dan mempererat jejaring antar pecinta alam, sekaligus menumbuhkan semangat kepedulian terhadap keselamatan dan kelestarian lingkungan. (Young/Ben).






