TANGERANG, (SB) – Perkembangan laporan dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga di kawasan proyek Perumahan Sutera Rasuna, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, dipertanyakan. Korban, Dina (46) mengaku belum memperoleh kejelasan penanganan perkara sejak melaporkannya ke kepolisian.
Diketahui, peristiwa itu terjadi pada 15 Januari 2026. Saat itu Dina bersama sejumlah ahli waris mendatangi lahan yang mereka klaim belum dibayarkan oleh pihak pengembang, Sutera Rasuna. Dalam peristiwa tersebut, Dina mengaku mengalami tindakan kekerasan dan pengeroyokan oleh sejumlah orang.
Kemudian, kasus itu dilaporkan ke Polsek Pinang, Polres Metro Tangerang Kota. Namun, hampir sebulan berselang, Dina menyatakan belum menerima informasi lanjutan mengenai perkembangan proses hukum.
“Kami berharap ada kejelasan dan keadilan. Laporan sudah masuk, tetapi sampai sekarang belum ada informasi lanjutan,” kata Dina kepada wartawan, Kamis, (12/2/2026).
Menurut informasi yang dihimpun, seorang terduga pelaku sempat diamankan pada 26 Januari 2026 atas dugaan intimidasi terhadap korban. Namun, kepolisian belum melakukan penahanan dengan alasan masih mendalami perkara dan memeriksa saksi-saksi.
Dina mengaku khawatir karena sejumlah orang yang diduga terlibat masih berada di sekitar lokasi proyek. Ia juga menyebut rekaman video peristiwa tersebut telah beredar luas di media sosial.
“Videonya sudah jelas, sudah viral juga. Orang-orangnya masih berkeliaran di kawasan proyek. Saya tidak tenang setiap hari. Saya butuh keadilan, saya percaya hukum itu ada,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kasus ini menjadi sorotan karena berkaitan dengan dugaan tindak kekerasan dalam konteks sengketa lahan. Sejumlah warga berharap aparat penegak hukum segera memberikan kepastian hukum guna menjamin perlindungan terhadap pelapor dan menjaga ketertiban di lingkungan tersebut.
Hingga berita ini di publish, pihak kepolisian maupun perwakilan pengembang Sutera Rasuna belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut. signalbanten.id masih berupaya meminta konfirmasi dari kedua pihak. (Ben)






