TANGERANG, (SB) – Langkah awal Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Tangerang, H. Dedi Ochen, menunjukkan arah baru dalam pengelolaan pasar tradisional di kota itu.
Ya, sehari setelah dilantik oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin, hari ini Sabtu (1/11/2025), Dedi Ochen langsung turun ke lapangan meninjau aktivitas pedagang di Pasar Poris, Kecamatan Cipondoh.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi awal sekaligus bentuk komitmennya untuk memahami langsung kondisi pasar dan kebutuhan pedagang.
“Ini langkah awal untuk menyamakan persepsi antara pengelola dan pedagang. Saya ingin melihat langsung situasi di lapangan sebelum menyusun langkah-langkah pembenahan yang lebih strategis,” ujarnya di sela kunjungan.
Dalam tinjauan itu, pria yang akrab disapa Ochen ini, menyoroti pentingnya modernisasi sistem transaksi di pasar tradisional. Ia mendorong para pedagang mulai beralih ke pembayaran nontunai melalui QRIS untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi.
“Sekarang sudah era digitalisasi. Saya lihat beberapa toko sudah memakai QRIS dan itu sangat bagus. Harapannya, seluruh pedagang bisa segera mengikuti agar transaksi lebih praktis dan aman,” ujarnya.
Menurutnya, transformasi digital di pasar tradisional tidak dapat dilakukan secara instan. Karena itu, pihaknya berencana memberikan pendampingan dan fasilitas teknis bagi pedagang yang belum memiliki perangkat pembayaran digital.
“Kami ingin transformasi ini dilakukan secara bertahap dan inklusif, supaya semua pedagang bisa beradaptasi,” katanya.
Selain mendorong digitalisasi, Ochen menegaskan bahwa tiga bulan pertama masa kepemimpinannya akan difokuskan pada pembenahan manajemen internal Perumda Pasar dan peningkatan pelayanan publik di seluruh unit pasar.
Ia menilai, manajemen yang kuat dan pelayanan yang baik menjadi kunci utama dalam menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di pasar tradisional.
“Yang utama adalah memperkuat koordinasi internal dan membangun komunikasi yang sehat dengan para pedagang. Kalau pasar ramai dan ekonomi bergerak, pedagang akan lebih sejahtera,” tutur Ochen.
Ia menambahkan, pelayanan yang baik juga menjadi bagian penting dari visi Perumda Pasar Kota Tangerang untuk menjadikan pasar sebagai pusat ekonomi rakyat yang modern, tertib, dan berdaya saing tinggi.
“Pelayanan yang baik bukan sekadar soal kebersihan atau fasilitas, tetapi juga soal kepercayaan. Kalau pedagang merasa nyaman dan pembeli puas, perputaran ekonomi meningkat, dan dampaknya langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Ochen optimistis, pembenahan manajemen, peningkatan pelayanan, serta digitalisasi transaksi akan membawa perubahan nyata.
“Pasar adalah denyut ekonomi rakyat. Kalau pasar sehat, maka perekonomian kota pun bergerak,” pungkasnya. (Ben)






