BOGOR, (SB) – Group Qasidah Klasik Cahaya Pesona kembali mencatat prestasi gemilang. Setelah meraih juara pertama pada kategori qasidah klasik putri dewasa di Lasqi Nusantara Fest 2025, grup asal Kota Tangerang, Banten, itu kini bersiap melangkah ke panggung yang lebih besar, yakni kompetisi qasidah tingkat dunia yang akan diikuti perwakilan dari 130 negara.
Prestasi Cahaya Pesona menjadi salah satu sorotan dalam ajang tahunan yang digagas Lembaga Seni Qasidah (Lasqi) Nusantara tersebut. Festival yang berlangsung pada 4–7 Desember 2025 di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, diikuti perwakilan dari 25 provinsi dan disebut sebagai salah satu penyelenggaraan terbesar Lasqi Nusantara.
Ketua Umum Lasqi Nusantara, Dr. KH Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa festival ini menjadi momentum penting untuk merawat tradisi seni Islami Indonesia.
“Trilogi LASQI Nusantara Jaya adalah menjalin ukhuwah, menyebarkan dakwah, dan melestarikan seni qasidah,” ujarnya.
Selain Jazilul, hadir pula Sekjen DPP Lasqi Nusantara Jaya Inu Aminudin, Bupati Bogor Rudy Susmanto, dan anggota Komisi VIII DPR RI KH Maman Imanul Haq.
Tampil Meyakinkan di Panggung Nasional
Cahaya Pesona tampil kuat sejak penyisihan. Dengan harmonisasi rebana yang rapi dan vokal yang stabil, kelompok yang dipimpin Leni itu berhasil memikat dewan juri. Keberhasilan tersebut tak lepas dari peran pelatih Mohammad Fitri.
“Keuletan pelatih Mohammad Fitri sudah berkali-kali membawa Cahaya Pesona menjuarai berbagai kompetisi,” ujar Suryadi Abdul Latif, tokoh masyarakat Cipondoh, saat bincang santai dengan signalbanten.id, Selasa (9/12/2025).

Pada kategori qasidah klasik putri dewasa, Cahaya Pesona mengungguli perwakilan dari beberapa provinsi lain. Posisi juara diraih sebagai berikut:
Juara 1: Banten
Juara 2: Jawa Barat
Juara 3: DKI Jakarta
Harapan 1: Kalimantan Timur
Harapan 2: Sumatera Barat
Harapan 3: Jawa Tengah
Prestasi Besar ditengah Keterbatasan
Di balik pencapaian tersebut, Cahaya Pesona harus berjuang dengan biaya akomodasi yang terbatas. Namun keterbatasan itu tak menyurutkan tekad mereka untuk mewakili Banten dan tampil maksimal.
“Alhamdulillah bisa menjuarai lomba. Kami berharap Pemprov Banten dapat memberikan dukungan untuk kompetisi berikutnya serta memberi apresiasi atas prestasi mereka,” kata Suryadi.
Melangkah ke Level Dunia
Usai menjuarai tingkat nasional, Cahaya Pesona direncanakan mengikuti kompetisi qasidah tingkat dunia. Ajang itu akan mempertemukan seniman qasidah dari 130 negara.
“Mohon doanya agar bisa mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia,” ujar Suryadi. (Ben)






