Menu

Mode Gelap

Kota Tangerang

Uji Emisi Kota Tangerang Dapat Apresiasi Menteri LHK

badge-check


Uji Emisi Kota Tangerang Dapat Apresiasi Menteri LHK Perbesar

TANGERANG – Komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mewujudkan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Program uji emisi kendaraan bermotor yang ditargetkan menyasar 2.000 unit per tahun mendapat apresiasi langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Hanif Faisol Nurofiq, Selasa (5/8/2025).

Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Hanif saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri Gajah Tunggal, Jatake, Kota Tangerang, pada Senin 4 Agustus 2025 kemarin. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa emisi kendaraan merupakan salah satu penyumbang utama polusi udara di kawasan perkotaan.

“Apa yang dilakukan Kota Tangerang adalah langkah nyata dalam pengendalian pencemaran udara. Program ini bisa menjadi contoh baik yang akan kami dorong secara nasional,” kata Hanif.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota H. Sachrudin, pengendalian kualitas udara di Kota berjuluk Akhlakul Karimah itu dilakukan secara sistematis, tidak hanya sebatas slogan. Program uji emisi didukung berbagai kebijakan lingkungan lainnya.

“Kami ingin menghadirkan langit biru yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ucap Sachrudin.

Sejumlah upaya konkret yang telah dijalankan Pemkot Tangerang antara lain: pembentukan Satgas Langit Biru, pembinaan 500 Sekolah Adiwiyata dan 509 Kampung Iklim (Proklim), penerbitan edaran larangan pembakaran sampah secara terbuka, pengawasan terhadap industri pengguna bahan bakar fosil, serta pemasangan tiga alat pemantauan udara (AQMS) yang terkoneksi ke sistem ISPU Net milik Kementerian LHK.

“Langit bersih adalah simbol kota sehat. Ini tentang keberlanjutan hidup, bukan sekadar citra,” tegas Sachrudin.

Selain meninjau program pengendalian emisi, Menteri Hanif juga memberikan arahan kepada pengelola kawasan industri agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan.

Ia meminta pengoperasian Sistem Pemantauan Air Limbah Otomatis (SPARING) yang terhubung ke sistem SIMPEL, pembangunan Stasiun Pemantauan Kualitas Udara Ambien (SPKUA) di tiap kawasan industri, publikasi data pemantauan secara terbuka, serta pelibatan warga dalam forum komunikasi lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Hanif turut meninjau pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Kota Tangerang. Ia mengunjungi dapur penyedia MBG di SPPG Yayasan Nurul Kuncung Keroncong serta layanan distribusi di SMPN 8 Kota Tangerang. Menteri memuji sistem kebersihan dan pemilahan limbah yang diterapkan dalam program tersebut.

“Kota ini menunjukkan bahwa pemenuhan gizi dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. Inilah esensi pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.

Menteri Hanif menutup kunjungannya dengan menyampaikan bahwa inovasi yang dilakukan Kota Tangerang bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain.

“Kota Tangerang membuktikan bahwa daerah mampu menjadi pelopor perubahan, bukan sekadar pelaksana kebijakan pusat,” tandasnya. (Ben)

Lainnya

Wakil Wali Kota Ungkap Tantangan Cek Kesehatan Gratis, DPR RI Beri Respons Mengejutkan

27 Agustus 2025 - 17:54 WIB

Kota Tangerang Bukukan Sejarah, 390 Lansia Diwisuda

27 Agustus 2025 - 13:58 WIB

DPRD Setujui Perubahan APBD 2025, Wali Kota Tangerang Tegaskan Sinergi Eksekutif-Legislatif

26 Agustus 2025 - 19:10 WIB

Perkuat Pembangunan dan Tata Kelola Pemerintahan Bersih, Pemkot Tangerang Gandeng Kejaksaan

25 Agustus 2025 - 14:09 WIB

Dari Kerupuk hingga Domino, Lomba Pokja WHTR Warnai HUT RI

22 Agustus 2025 - 19:49 WIB

Trending di Kota Tangerang