TANGERANG, (SB) – Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, mendorong para Dai Ambassador Dompet Dhuafa untuk menghadirkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan membumi dalam setiap penugasan mereka di berbagai negara.
Ya, pesan tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada 20 peserta Training Dai Ambassador Dompet Dhuafa di Hotel Grand Serpong, Kota Tangerang, Senin (10/2/2026).
Maryono menekankan bahwa dakwah di era global menuntut pendekatan yang lebih humanis. Menurut dia, dai tidak cukup hanya memiliki penguasaan ilmu agama, tetapi juga harus mampu menjadi figur yang menenangkan, dipercaya, dan peka terhadap persoalan sosial masyarakat setempat.
“Dakwah hari ini menuntut kehadiran yang lebih manusiawi. Dai bukan hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga menjadi pendengar, penyejuk, dan penopang harapan umat,” ujar Maryono.
Ia mengatakan, para Dai Ambassador akan berhadapan dengan beragam latar budaya, tradisi, serta tantangan sosial di negara penugasan. Karena itu, kemampuan membangun dialog, merawat persaudaraan, dan menampilkan wajah Islam yang ramah menjadi kunci keberhasilan dakwah.

Menurut Maryono, program Dai Ambassador Dompet Dhuafa merupakan langkah strategis dalam menyiapkan dai yang tidak hanya siap secara materi dakwah, tetapi juga matang secara karakter dan sikap. Pelaksanaan pelatihan yang berlangsung pada 9–13 Februari 2026 tersebut dinilai relevan karena digelar menjelang bulan suci Ramadan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk lebih peka, lebih peduli, dan lebih hadir bagi sesama. Nilai-nilai ini penting dibawa para dai ketika berada di tengah masyarakat, di mana pun mereka ditugaskan,” kata dia.
Maryono berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai ruang pembentukan diri, memperkuat keikhlasan, serta memperdalam pemahaman tentang peran dai sebagai perekat sosial di tengah keberagaman.
“Jadilah dai yang dirindukan kehadirannya, bukan hanya karena ceramahnya, tetapi karena sikap, akhlak, dan keteladanannya,” tutur Maryono. (Ben)







