TANGERANG, (SB) – Warga RT 07 RW 03 Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, mengeluhkan kondisi sebuah tiang diduga milik provider internet berbahan besi yang telah keropos di Jalan Sawah Dalam. Tiang tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan karena berpotensi roboh sewaktu-waktu.
“Bagian bawah tiang sudah keropos. Tinggal nunggu waktu robohnya aja,” ujar salah seorang warga saat ditemui di lokasi, Minggu (25/1/2026).
Kekhawatiran warga semakin besar karena kondisi jalan di sekitar lokasi minim penerangan. Saat malam hari, ruas Jalan Sawah Dalam disebut cukup gelap lantaran tidak dilengkapi lampu penerangan jalan umum.
“Kalau malam cukup gelap karena tidak ada lampu jalan,” kata warga.
Menurut warga, kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut kerap terjadi. Bahkan, sekitar satu bulan lalu, sebuah kecelakaan dilaporkan menelan korban jiwa.
“Kecelakaan sudah sering terjadi di sini. Sekitar sebulan lalu bahkan sampai ada korban meninggal,” ungkapnya.
Warga pun mendesak pemerintah setempat dan pihak terkait segera mengambil langkah penanganan, baik dengan memperbaiki atau mengganti tiang yang keropos serta memasang lampu penerangan jalan. Mereka berharap tindakan dilakukan sebelum kembali menimbulkan korban.

“Jangan tunggu tiangnya tumbang atau ada korban lagi baru ditangani,” kata warga.
Warga menjelaskan, persoalan tersebut sebenarnya telah dilaporkan kepada Ketua RT dan pihak Kelurahan Cipondoh Indah sejak sekitar tiga bulan lalu.
“Masalah ini sudah kami laporkan sejak tiga bulan lalu, tapi belum ada penyelesaian,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT 07 RW 03, Mulyadi, mengaku belum mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan tiang besi tersebut. Menurut dia, tiang itu ditanam tanpa pemberitahuan maupun kejelasan kepemilikan.
“Saya juga bingung itu tiang milik siapa. Dipasang begitu saja, tidak ada tanggung jawabnya,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihak kelurahan telah berupaya menelusuri kepemilikan tiang dengan mengonfirmasi ke PT Telkom Indonesia. Namun, hasil penelusuran tersebut belum menemukan kejelasan.
“Sudah coba ditanyakan ke Telkom, tapi katanya itu bukan tiang milik Telkom,” bebernya. (Bhel/Ben)






