TANGERANG, (SB) – Ketika para Ketua RW itu maju satu per satu ke depan barisan apel pagi di Gedung Pusat Pemerintah Kota Tangerang, suasana mendadak berubah hening. Tak ada musik atau upacara khusus. Hanya tepuk tangan yang memanjang, mengiringi 25 Ketua RW yang selama ini bekerja tanpa sorotan namun berhasil mengangkat nama kampung masing-masing hingga tingkat nasional.
Ya, mereka adalah para penerima Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Tingkat Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Penghargaan itu bukan lahir dari proyek
besar atau kampanye seremonial, melainkan dari kerja sunyi, membersihkan saluran air, mengajak warga merawat taman, hingga rutin mengingatkan soal sampah di pertemuan RT.
Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, yang memimpin apel pagi, menyebut para Ketua RW itu sebagai wajah nyata perjuangan lingkungan.
“Mereka yang tiap hari menindaklanjuti kebijakan, turun langsung, dan memastikan kampungnya tetap hidup dan bersih,” kata Maryono, Senin (8/12/2025)
Sebagian Ketua RW yang hadir tampak telah berusia lanjut. Namun Maryono menilai justru di situlah letak keteladanan mereka.
“Usia mereka jauh di atas kita, tapi semangatnya menjaga lingkungan tidak pernah padam. Itu inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Maryono juga memuji kedisiplinan para ASN yang hadir dalam apel pagi tersebut. Menurutnya, barisan yang penuh dan rapi adalah gambaran awal profesionalisme yang harus dijaga.
“Dengan disiplin dan integritas, pelayanan kepada masyarakat bisa optimal,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Tangerang menyerahkan dana pembinaan kepada para penerima penghargaan Proklim: Rp 15 juta untuk kategori Lestari, Rp 10 juta untuk kategori Utama, dan Rp 8 juta untuk kategori Madya.
Usai apel, beberapa Ketua RW masih terlihat berbincang sambil membawa sertifikat yang telah mereka terima. Dengan senyum sumringah, mereka pun beranjak pulang ke kampung masing-masing, melanjutkan kerja sunyi yang selama ini menjadi bagian dari hidup mereka. (Bhel/Ben)






