TANGERANG, (SB) – Di Ruang Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, ratusan remaja tampak bersemangat pagi itu. Sebagian tampak mengenakan jaket sekolah, sebagian lagi sibuk memegang brosur bertuliskan “Gebyar Remaja Pejuang Bugar”.
Bukan sekadar acara seremonial, kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Kota Tangerang itu menjadi ruang belajar yang hidup, tempat para pelajar mengenal arti sehat secara utuh. Bukan hanya tubuh yang kuat, tapi juga pikiran yang jernih dan jiwa yang tangguh.
“Remaja adalah cermin masa depan bangsa. Kalau mereka sehat dan berkarakter, maka masa depan kita juga kuat,” ujar Wali Kota Tangerang, Sachrudin, saat membuka acara, Senin (10/11/2025).
Dalam sambutannya, Sachrudin berbicara dengan nada yang tegas namun bersahabat. Ia menekankan bahwa investasi terbesar bagi sebuah kota bukan hanya infrastruktur, melainkan kesehatan generasi mudanya.
“Kesehatan di usia remaja adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa,” katanya.
Di antara ratusan peserta, Rafa, siswi SMA Negeri di Karawaci, terlihat mencatat dengan saksama materi tentang gizi seimbang. Ia mengaku senang bisa ikut serta.
“Biasanya kita cuma dengar soal pola makan sehat dari guru, tapi di sini kita benar-benar diajak praktik dan berdiskusi,” ujar Rafa.
Kegiatan yang diikuti 250 pelajar dari berbagai sekolah itu memang dirancang agar remaja tak hanya menjadi penerima informasi, tapi juga agen perubahan. Mereka diajak berdialog, bermain peran, hingga menyusun rencana sederhana untuk kampanye hidup sehat di lingkungan sekolah masing-masing.
Bersama berbagai mitra, Universitas Esa Unggul, PDGI, Persagi, Forum Komunikasi Antar Pribadi (KAP), dan PMI Kota Tangerang dan pemerintah setempat mengemas acara ini menjadi ajang kolaborasi lintas sektor.
“Anak muda sekarang harus bisa menjadi contoh. Kalau mereka peduli pada kesehatan, teman-temannya akan ikut,” kata Dr. Rina, salah satu narasumber dari Persagi, di sela kegiatan edukasi.
Lebih dari sekadar kampanye, Gebyar Remaja Pejuang Bugar adalah simbol semangat baru di kalangan remaja Kota Tangerang: menjadi generasi yang sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap masa depannya.
Sachrudin berharap, gerakan ini tak berhenti di ruang aula, tapi menular hingga ke rumah dan sekolah.
“Kita ingin lahir kader-kader kesehatan remaja di setiap lingkungan. Dari mereka, akan tumbuh pemimpin muda yang sehat jasmani dan rohani, serta berintegritas,” tuturnya menutup kegiatan.
Di penghujung acara, Rafa dan teman-temannya mengikuti sesi senam bersama dengan tawa lepas. Di wajah mereka, terpancar optimisme bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar tugas pribadi, melainkan bentuk cinta kepada masa depan. (Bhel/Ben)






