Tangerang, (SB) – Di tengah padatnya pemukiman warga di kawasan Kebon Besar, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, berdiri sebuah susunan bata tua yang dikenal dengan sebutan Pintu Hek (Hek pilaren).
Ya, bangunan yang menyerupai gerbang tersebut masih eksis hingga kini, seakan menjadi penanda pintu masuk sebuah gang kecil.
Meski keberadaannya cukup mencolok, asal-usul Pintu Hek hingga kini masih menjadi misteri. Mayoritas warga sekitar tidak mengetahui secara pasti sejarah berdirinya gerbang tua itu.
Saat ditemui pada Sabtu (20/9/2025), salah seorang sesepuh kampung setempat, Kong Hasan, mengaku tidak mengetahui kapan tepatnya Pintu Hek dibangun.
“Kalau sejak kapan adanya, saya juga nggak tahu. Soalnya, bapak saya sendiri nggak pernah cerita tentang sejarahnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kong Hasan menjelaskan, keberadaan gerbang tersebut tidak hanya ada di akses jalan utama. Di dalam kawasan pabrik yang berdiri di wilayah itu, juga terdapat bangunan serupa.

Penampakan Pintu Hek / gerbang yang berada di dalam kawasan bangunan Pabrik
“Bangunan gerbangnya bukan cuma ada yang di depan jalan doang, di dalam kawasan Pabrik itu juga ada” terang Kong Hasan sambil menunjuk ke arah dalam kawasan bangunan Pabrik.
Sayangnya, setibanya di lokasi bangunan pintu hek yang ada di dalam area pabrik, keberadaanya terlihat tidak terawat dengan baik dan terkesan kumuh.
“Selain itu masih ada juga dua Sumur tua dan besar, cuma sekarang keberadaannya sudah bercampur oleh bangunan bangunan rumah warga maupun kontrakan” tambahnya.
Keberadaan Pintu Hek dan peninggalan lainnya menjadi bukti pengaruh warisan budaya kolonial terhadap budaya lokal itu memiliki nilai dan arti tersendiri dan juga menjadi catatan tambahan daftar panjang situs-situs bersejarah di wilayah Tangerang yang belum banyak digali maupun dilestarikan. (Yong)






