TANGERANG, (SB) – Pernyataan Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Syamsuri, yang secara terbuka mendukung Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, H. Jamaludin, untuk menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, menuai sorotan publik.
Alih-alih fokus pada pengawasan mutu pendidikan, langkah dewan tersebut dinilai sejumlah kalangan justru menyerupai peran “tim sukses” birokrasi. Padahal, sektor pendidikan di Kota Tangerang masih menyisakan berbagai persoalan mendasar, mulai dari fasilitas sekolah yang timpang, kualitas tenaga pendidik yang perlu ditingkatkan, hingga akses pendidikan yang belum merata.
Salah satu aktivis Kota Tangerang, Guzermon JM, menilai sikap DPRD tidak sejalan dengan prinsip sistem merit ASN. Menurutnya, pernyataan dukungan itu memberi pesan keliru ke publik, seakan promosi jabatan dapat ditentukan legislatif, bukan melalui asesmen objektif.
“Pesan yang sampai ke publik pun berbahaya, seolah-olah promosi jabatan bisa dikehendaki oleh legislatif, bukan murni hasil asesmen dan sistem merit yang objektif,” kata Guzermon, Rabu (10/9/2025).
Ia menegaskan, pola semacam ini berisiko menyeret dunia pendidikan ke dalam politik birokrasi. “Kalau pola begini dibiarkan, pendidikan kita berpotensi terjebak dalam politik birokrasi, bukan politik kualitas. Anak-anak didik bisa jadi korban, karena pengawasan dewan terpecah fokus, lebih senang urusan siapa duduk di kursi jabatan daripada memastikan siapa yang benar-benar berkompeten mendongkrak kualitas pendidikan,” tambahnya.
Karenanya, Guzermon menilai wajar jika publik menyebut langkah tersebut sebagai blunder. “Ketika rakyat menanti solusi atas pekerjaan rumah besar dunia pendidikan, DPRD justru sibuk menyodorkan dukungan politik ASN,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Syamsuri menegaskan mensupport kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin untuk menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
”Pak Jamal, Kadis Pendidikan yang insya Allah akan ke provinsi. Kami Komisi II ikut berbahagia mendapat informasi ini,” ujar Syamsuri seperti dikutip Lampuhijau, Senin (8/9/2025).
”Kami Komisi II, mensuport mendukung pak Jamal Kadis Pendidikan Provinsi Banten. Karena itu naik tingkat,” tambahnya.
Saat ditanya apakah Komisi II punya kandidat pengganti Jamaluddin?, Syamsuri dengan senyum tipis menyatakan sudah ada di kantong.
”Usulan pengganti beliau insya Allah sudah ada. Paling tidak 11-12 lah, kalau bisa lebih dari yang sekarang,” kata Syamsuri tanpa menyebutkan nama.
Sebagai informasi, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, H. Jamaluddin telah menjalani uji kompetensi (Ukom), di Bandung pada Selasa (26/8/2025) lalu. Sebuah proses asesmen pengisian jabatan Eselon II yang kosong di Pemprov Banten, salah satunya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (Bel/Ben)






